Kamis, 22 Agustus 2013

Tragedi Kecelakaan 23/8

Uwaaa... Tragedi hari ini tanggal 23 Agustus 2013 jam 08.52 WIB Laptop Asus U32U series kesayanganku jatuh dari atas meja. Dan itu akibat kesalahanku. Awal cerita dimulai karena aku tergiur aroma makanan yang tercium dari dapur, aku yang masih menggeliat di pulau kasur bersama sang Laptop tiba-tiba merasakan lapar yang luar biasa. Saat itu laptop sedang dalam perjalanan menampilkan balasan retweetku. Laptop ku juga masih dalam posisi injeksi dengan charger. Kabelnya menjulur panjang di lantai dari bawah meja hingga ke atas kasurku
Aku yang diserang lapar buru-buru memindahkan laptop ke atas meja yang berada dua langkah di seberang tempat tidur. Kabel charger yang tengah menyedot listrik dari dalam stavol juga mengikuti induknya, laptopku, kemana pun ia pergi. Dan hal ini membuat kabel yang awalnya menjalar lurus seperti rambut lurus mulus para bintang iklan sampoo, berubah menjadi acak adut gak karuan. Parahnya kabel itu tidak tergeletak lengket dengan lantai tapi bergelombang di sepanjang kabel. Setelah menaruh laptop di atas meja, aku mengambil langkah besar hendak berlari, namun sayang langkah besar itu membawa malapetaka untuk laptopku. Kabel charger yang bergelombang tadi menghadang pergelangan kakiku namun tak berhasil menghalau kekuatan langkahku sehingga ia justru ikut bersama pergelangan kakiku. Sayangnya ia juga membawa induknya bersamanya, sang laptopku. 
DUAAKKK.....
Jadilah induk sang kabel, laptopku, terhempas bersama dengan modem yang menjadi dot untuk laptopku. Laptopku yang tadinya masih menyala, menampilkan foto profil seorang cowok, sedetik kemudian tak sadarkan diri, lalu menutup mata, sang layar memeluk sang keyboard dengan romantisnya. 
Aku, aku hanya berdiri tak berkutik melihat laptopku mengalami kecelakaan berdarah. Sekedip berikutnya, aku pun memberikan pertolongan pertama pada laptop kesayanganku, aku mengangkatnya kembali ke atas meja, memeriksa luka-lukanya apakah meninggalkan banyak goresan. Aku melepaskan modem yang tadi di-dot oleh laptopku, dan ku dapati sang modem mengalami patah tulang, colokannya tidak lagi sejajar dengan kepalanya. Aku merebahkannya di samping laptopku. Aku kembali memeriksa sekujur tubuh laptopku. Aku mencoba membangunkannya, dengan rintih laptopku mencoba mengatakan kalau ia baru saja mengalami kecelakaan dan mengalami benturan sehingga tak bisa membuka mata dengan cara biasa, aku harus memilih menyadarkannya dengan "SAFE MODE" atau "OPEN WINDOWS NORMALLY", sungguh pilihan yang sangat berat. Aku berpikir tidak mungkin, aku memaksakannya untuk sadar dan melakukan aktivitas berat seperti biasa, aku harus mengerti perasaannya, sehingga pilihanku jatuh pada SAFE MODE. Setelah laptopku berhasil sadar meski belum sepenuhnnya, aku memeriksa bagian-bagian vital lainnya. 
Aku membuka beberapa program, mengecek tombol-tombol keyboard, mengelus-elus touching pad, semuanya baik-baik saja, semoga. Aku membiarkannya istirahat kembali, memulihkan keadaannya dan juga keadaanku sendiri. Karena aku juga tidak dalam kondisi baik, I'm shaking, gemetar luar biasa. Aku takut laptop kesayanganku ini benar-benar tewas atau ada bagian yang rusak parah. Aku takut Ibuku marah karena bagiku laptop ini bukan barang yang mudah dibeli hanya dengan beberapa rupiah, akan tetapi perlu banyak sekali rupiah.
Aku kembali menengok sang modem yang patah tulang tergeletak di samping laptopku. Kucoba meluruskan kembali tulangnya tetapi tidak bisa. Sepertinya ini sudah patah permanen tidak bisa diperbaiki, tapi tak apa seperti ini asalkan dia tetap masih bisa memberikan suplay susu (red : internet) untuk laptopku. Aku membiarkan laptopku dan teman-temannya beristirahat. Aku pun melakukan apa yang tadi menjadi niatku (red : makan). Mencoba menikmati makanan lezat buatan ibuku meskipun masih dengan tangan bergetar. Makanan ini tetap enak. 
Setelah menit-menit berlalu, setelah laptopku tak lagi kesakitan, aku kembali menyalakan laptop penuh harap semua baik-baik saja. Awal yang bagus, laptopku menyadarkan diri dengan normal, aku menunggunya sampai benar-banar sadar. Lagi, aku mengecek beberapa program, mengecek sensitivitas keyboard dan touching pad, syukurlah semua masih baik-baik saja, Amin. Selanjutnya aku mengecek suplay susu untuk laptopku. Masalah mulai muncul, kerusakan pada modem membuat bentuk tubuhnya tidak sesuai lagi dengan bibir sang laptop (red : lubang USB). Sedikit takut, aku memeriksa apa lekukan kecil itu bisa diperbaiki. Untunglah masih bisa di luruskan dengan sedikit dorongan. Alhamdulillah, ternyata laptopku masih bisa menge-dot pada modem. Dan jadilah tulisan alay ini. Tetapi sungguh, tragedi ini memberikan aku pelajaran untuk selalu berhati_hati dengan hal-hal yang panjang, hahaha. Terima kasih ya Allah, masih memberikan umur panjang untuk my sweet laptop, dan laptop, kamu juga harus selalu sehat, aku akan selalu untuk menjaga mu sayangg... Mumumumumuaachhhh



Sebelum kecelakaan
Charger jenguk induknya, laptopku


Foto bersama

Modem yang patah tualang (lihat kepalanya bengkok)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar