Uwaaa... Tragedi hari ini tanggal 23
Agustus 2013 jam 08.52 WIB Laptop Asus U32U series kesayanganku jatuh dari atas
meja. Dan itu akibat kesalahanku. Awal cerita dimulai karena aku tergiur aroma
makanan yang tercium dari dapur, aku yang masih menggeliat di pulau kasur
bersama sang Laptop tiba-tiba merasakan lapar yang luar biasa. Saat itu laptop
sedang dalam perjalanan menampilkan balasan retweetku. Laptop ku juga masih
dalam posisi injeksi dengan charger. Kabelnya menjulur panjang di lantai dari
bawah meja hingga ke atas kasurku
Aku yang diserang lapar buru-buru
memindahkan laptop ke atas meja yang berada dua langkah di seberang tempat
tidur. Kabel charger yang tengah menyedot listrik dari dalam stavol juga
mengikuti induknya, laptopku, kemana pun ia pergi. Dan hal ini membuat kabel
yang awalnya menjalar lurus seperti rambut lurus mulus para bintang iklan
sampoo, berubah menjadi acak adut gak karuan. Parahnya kabel itu tidak
tergeletak lengket dengan lantai tapi bergelombang di sepanjang kabel. Setelah
menaruh laptop di atas meja, aku mengambil langkah besar hendak berlari, namun
sayang langkah besar itu membawa malapetaka untuk laptopku. Kabel charger yang
bergelombang tadi menghadang pergelangan kakiku namun tak berhasil menghalau
kekuatan langkahku sehingga ia justru ikut bersama pergelangan kakiku.
Sayangnya ia juga membawa induknya bersamanya, sang laptopku.
DUAAKKK.....
Jadilah induk sang kabel, laptopku,
terhempas bersama dengan modem yang menjadi dot untuk
laptopku. Laptopku yang tadinya masih menyala, menampilkan foto profil seorang
cowok, sedetik kemudian tak sadarkan diri, lalu menutup mata, sang layar
memeluk sang keyboard dengan romantisnya.
Aku, aku hanya berdiri tak berkutik
melihat laptopku mengalami kecelakaan berdarah. Sekedip berikutnya, aku pun
memberikan pertolongan pertama pada laptop kesayanganku, aku mengangkatnya
kembali ke atas meja, memeriksa luka-lukanya apakah meninggalkan banyak
goresan. Aku melepaskan modem yang tadi di-dot oleh laptopku, dan
ku dapati sang modem mengalami patah tulang, colokannya tidak lagi sejajar
dengan kepalanya. Aku merebahkannya di samping laptopku. Aku kembali memeriksa
sekujur tubuh laptopku. Aku mencoba membangunkannya, dengan rintih laptopku
mencoba mengatakan kalau ia baru saja mengalami kecelakaan dan mengalami
benturan sehingga tak bisa membuka mata dengan cara biasa, aku harus memilih
menyadarkannya dengan "SAFE MODE" atau "OPEN WINDOWS
NORMALLY", sungguh pilihan yang sangat berat. Aku berpikir tidak mungkin,
aku memaksakannya untuk sadar dan melakukan aktivitas berat seperti biasa, aku
harus mengerti perasaannya, sehingga pilihanku jatuh pada SAFE
MODE. Setelah laptopku berhasil sadar meski belum sepenuhnnya, aku
memeriksa bagian-bagian vital lainnya.
Aku membuka beberapa program, mengecek
tombol-tombol keyboard, mengelus-elus touching pad, semuanya baik-baik saja,
semoga. Aku membiarkannya istirahat kembali, memulihkan keadaannya dan juga
keadaanku sendiri. Karena aku juga tidak dalam kondisi baik, I'm shaking,
gemetar luar biasa. Aku takut laptop kesayanganku ini benar-benar tewas atau
ada bagian yang rusak parah. Aku takut Ibuku marah karena bagiku laptop ini
bukan barang yang mudah dibeli hanya dengan beberapa rupiah, akan tetapi perlu
banyak sekali rupiah.
Aku kembali menengok sang modem yang patah
tulang tergeletak di samping laptopku. Kucoba meluruskan kembali tulangnya
tetapi tidak bisa. Sepertinya ini sudah patah permanen tidak bisa diperbaiki,
tapi tak apa seperti ini asalkan dia tetap masih bisa memberikan suplay susu
(red : internet) untuk laptopku. Aku membiarkan laptopku dan teman-temannya
beristirahat. Aku pun melakukan apa yang tadi menjadi niatku (red : makan).
Mencoba menikmati makanan lezat buatan ibuku meskipun masih dengan tangan
bergetar. Makanan ini tetap enak.
Setelah menit-menit berlalu,
setelah laptopku tak lagi kesakitan, aku kembali menyalakan laptop penuh harap
semua baik-baik saja. Awal yang bagus, laptopku menyadarkan diri dengan normal,
aku menunggunya sampai benar-banar sadar. Lagi, aku mengecek beberapa program,
mengecek sensitivitas keyboard dan touching pad, syukurlah semua masih
baik-baik saja, Amin. Selanjutnya aku mengecek suplay susu untuk laptopku.
Masalah mulai muncul, kerusakan pada modem membuat bentuk tubuhnya tidak sesuai
lagi dengan bibir sang laptop (red : lubang USB). Sedikit takut, aku memeriksa
apa lekukan kecil itu bisa diperbaiki. Untunglah masih bisa di luruskan dengan
sedikit dorongan. Alhamdulillah, ternyata laptopku masih bisa menge-dot pada
modem. Dan jadilah tulisan alay ini. Tetapi sungguh, tragedi ini memberikan aku
pelajaran untuk selalu berhati_hati dengan hal-hal yang panjang, hahaha. Terima
kasih ya Allah, masih memberikan umur panjang untuk my sweet laptop, dan
laptop, kamu juga harus selalu sehat, aku akan selalu untuk menjaga mu sayangg...
Mumumumumuaachhhh
![]() |
| Foto bersama |
![]() |
| Modem yang patah tualang (lihat kepalanya bengkok) |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar